Exportir Harap-Harap Cemas Menunggu Kepastian Pajak CPO

Artikel terkait : Exportir Harap-Harap Cemas Menunggu Kepastian Pajak CPO

Tipnoten.com - Produsen crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah sedang mengalami kegundahan. Mereka masih menunggu hasil keputusan pemerintah terkait skema pajak ekspor atau bea keluar yang mesti dikeluaran akhir Maret ini yang akan berlaku pada berlaku 1 April mendatang. Saat ini, terdapat dua pilihan yang dikaji oleh pemerintah terkait pajak ekspor CPO. Yang pertama, pungutan yang tetap atau fixed US$ 50/ton untuk ekspor CPO ketika harga harga berada di bawah US$ 750/ton serta US$ 30/ton untuk olein dan produk sawit turunan. Yang Kedua, penurunan batas harga CPO yang dikenai tarif bea keluar dari sebelumnya US$ 750/ton menjadi kisaran US$ 500/US$ 600 per tonnya. Dengan kondisi harga saat ini, berarti pemerintah masih akan mengenakan bea keluar.

Pajak CPO Indonesia
Pajak Ekspor CPO Kelapa Sawit

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag), Partogi Pangaribuan mengatakan, pemerintah masih mengkaji formula yang efektif untuk ekspor CPO. Dia berkata "Tapi tujuan aturan ini adalah mendorong adanya hilirisasi, termasuk pengembangan biodiesel," Dengan tidak langsung, efek aturan itu akan menjadi beban eksportir CPO. Ditambah lagi, dua pilihan itu masih mempunyai kelemahan. Contoh, pungutan tetap US$ 50/ton akan membuat margin eksportir semakin tertekan. Disamping mesti membayar pungutan, pemain eksportir CPO juga harus menanggung biaya demurrage cost  dan pengiriman. Sehingga menyebabkan margin eksportir semakin tipis.

Ketika harga CPO berada di atas US$ 750/ton, exportir harus dibebani pungutan ganda. Yaitu, US$50/ton kemudian bea keluar sebesar 7,5%. Di kala lesunya harga CPO, peraturan bea keluar akan membuat standart harga jual buah segar sawit semakin terpangkas. Ditambah lagi, faktanya CPO yang dikelola pabrik mayoritas beraasal dari petani. Dari total 10 juta hektare luas lahan sawit, ada sekitar 40% yang merupakan miliki petani. Pemerintah akan memanfaatkan dana ini untuk pembangunan proyek industri biodiesel dan juga pengembangan industri sawit. Ujarnya "Tujuannya lebih jelas,".

Adapun, opsi penurunan batas akhir bea keluar CPO bertujuan itu meningkatkan penerimaan negara. Corporate Affairs Manager Musim Mas Group bilang, Togar Sitanggang “pengusaha tak mempersoalkan pilihan itu. Kami hanya butuh kepastian aturan supaya tak membingungkan," ujarnya. Semoga informasi Pajak CPO Indonesia ini bermanfaat.

Artikel Tipnoten.com Lainnya :

Copyright © 2015 Tipnoten.com | Design by Bamz